Disaat Aku Lanjut Usia

Hari ini tepat genap usia ku 20 tahun. Usia yang tidak pernah aku bayangkan bisa secepat ini, aku selalu merasa bahwa aku ini masih berusia 12 tahun, entahlah… aku selalu merasa masih kecil, masih tidak dewasa, masih mengaggap bahwa aku seharusnya anak terakhir (bukan berarti aku tidak menginginkan adikku, tetapi inilah yang aku rasakan saat aku masih usia 3 tahun dan belum mengerti apa-apa). Tidak ada yang sakral atau pun penting di hari Sabtu, 1 Oktober 2016 ini. Karena ya memang tradisi keluarga tidak pernah mengingat maupun merayakan ulang tahun, jadi ingat saja dulu pas TK sempat pengin kalau ulang tahun dirayain sesekali saja seumur hidup, dan aku tidak pernah merasakannya sampai sekarang (dalam keluarga).

Mulai memasuki jenjang sekolah MI, MTs dan SMA dimulailah semacam surprise, aku menghargai kalian semua yang berusaha menghiburku di hari kelahiranku meski hanya sebuah ucapan.

Sejak Jum’at kemarin, aku sudah merasa lelah dan badanku mulai melakukan aksi protes padaku. Yah, kuliah ku yang sebenarnya dimulai. Mahasiswa ditahun ke tiga digadang-gadang adalah mahasiswa dengan jam tersibuk dan tugas seabrek. Laporan praktik industri belum kelar, buat restoran belum matang, jual waralaba sedikit kurang siap dan masih banyak tugas yang belum banyak persiapannya.

Alangkah indahnya ciptaan Nya

Penyakit batuk dan flu adalah penyakit yang paling bisa bikin mood ku hancur seketika.. Kondisi ini sangat aku benci. Aku tidak bisa melakukan hal yang membutuhkan konsentrasi dan waktu lama. Tenggorokan yang gatal, hidung yang ingusan, badan yang demam dan mata yang pedih (mungkin karena minus nya udah gede). Kehidupanku ku jalani dengan obat dan tidur. Waktu ku terbuang banyak untuk sekedar tidur akibat dari obat yang ku minum. Kalau tidak tidur terasa lemah, kalau tidur ya konsekuensi tugasku entahlah…

Tapi bagiku semua itu tidak berarti, mengeluh adalah hal yang paling dibenci oleh Tuhanku. Aku bersyukur masih diberi nafas walau dengan hidung sebelah. Aku bersyukur dengan sahabat, keluarga dan orang yang terlibat dalam kehidupanku. Disaat aku lanjut usia, mereka masih ada bersamaku.

Malam ini, sahabatku datangi aku dengan membawa Bakmi godhog, Balon helium dan Tisu 900 gram. Terlihat aneh, tapi itu sangat berharga untukku. Aku dengan konsisiku yang sedang flu berat sangat membutuhkan tisu agar tidak bolak balik ke kamar kecil dan bakmi godhog nya lumayan buat ganjel perut (walaupun udah makan sih) setidaknya menghangatkan.

Aku pernah mendengar saat itu Bunda mengatakan, “kalau kalian seperti ini, biasanya persahabatan kalian akan selamanya…” dan itu aku amin kan. Aku selalu berharap di setiap jenjang pendidikan ku ku punya sahabat. Dimana saat aku mulai menuju kehidupan yang sesungguhnya, mereka akan aku perkenalkan satu dengan lainnya dengan sahabat- sahabatku yang lain.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s