NEGERI atau TIDAK KULIAH

school_choice

Kira-kira sudah hampir dua tahun posisiku sudah menjauh dari garis Fresh Graduate SMA. Hal yang tentu sudah biasa dilakukan oleh siswa lulusan SMA adalah melakukan daftar ke tempat kuliah yang biasanya ditemukan di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dll. Masa peralihan dari dunia sekolah menuju kuliah merupakan masa yang justru orang tua mulai lebih serius mempertanyakan “bagaimana kamu kedepannya”, “apa keinginanmu”, “apa tujuanmu” dll. Pertanyaan yang muncul dari bahasa orang tua semacam ini merupakan pertanyaan yang paling aku hindari saat itu karena dari situlah aku mulai merasa bahwa selama ini mereka lah yang membiayaiku hidup, sekarang mereka mempertanyakan kemana arah tujuanku selanjutnya yang terkadang membuat kita berpikir dan tertekan. Hal ini mungkin bukan aku saja yang mengalaminya.

Bukan itu kisahnya…

Malam ini, sahabatku meneleponku ternyata dia sudah berada di depan kost ku. Ku buka pintu dan dengan segera dia memelukku dan menangis. Ku pikir sedang ada masalah dengan kegiatan perkuliahan dan organisasi yang diikutinya. Ternyata hal ini karena adiknya yang barusaja melepaskan seragam SMA tidak jadi datang ke sini lantaran berkas pendaftaran SBMPTN yang diikutinya tidak terverifikasi. Ayah Ibunya memarahinya karena mungkin mereka merasa bahwa anaknya kurang teliti, kurang serius dan sedikit teledor. Sebagai seorang kakak, ternyata dia juga mendapat perlakuan yang sama saat melewati masa-masa itu. Banyak orang tua yang menginginkan anaknya berkuliah di universitas negeri begitu juga ayah ibu sahabatku ini. Negeri atau tidak kuliah sama sekali?

Sungguh sebagai anak juga ingin sekali rasanya memasuki universitas negeri tetapi kita tidak tahu takdir Allah bagaimana. Padahal secara keterampilan dan kemampuan adik sahabtku mampu melewatinya. Sekarang tinggal bagaimana dia berjuang berusaha dan membuktikan bahwa ada hal yang lebih menarik dan berkesan untuk orang tuanya.

Terkadang aku merasa iri pada teman-temanku yang selalu diperhatikan tentang pendidikannya oleh orang tuanya dengan baik, tetapi pada akhirnya aku sangatlah bersyukur bahwa ternyata menjalani hidup yang selalu diperhatikan seperti itu justru membuat rasa tertekan lebih tinggi. Mungkin aku merasa bahwa aku seakan tak diperhatikan sekolahku tetapi hal itu justru membuat apa yang aku lakukan berjalan lebih nyaman tidak banyak aturan.

Whatever your problems, always say thanks to God for everything.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s